Beberapa Cara Mendapatkan ilmu Kebal

Posted on

Cara Mendapatkan Ilmu Kebal, sampai saat ini masih banyak diburu oleh para pecinta ilmu spiritual, karena ilmu kebal itu sendiri diyakini mampu membuat orang tidak terkalahkan, oleh siapapun atau dengan senjata apapun. Tapi apakah pada zaman sekarang ini , masih dibutuhkan juga ilmu kebal ?

Cara Mendapatkan Ilmu Kebal

Berikut ini beberapa cara yang digunakan oleh para leluhur untuk mendapatkan ilmu kebal.

1. Dengan mandi kebal/Mandi taguh

Umumnya, ritual mandi taguh dilakukan oleh mereka yang ingin bepergian jauh (madam) baik dalam rangka untuk menuntut ilmu maupun berusaha (berdagang, mendulang), mereka yang akan melaksanakan tugas berat (misalnya tentara atau polisi yang ditugaskan di daerah-daerah konflik) atau mereka yang merasa terancam jiwanya.

Dalam pemahaman masyarakat Banjar, air menjadi sebuah media penting untuk mendapatkan penyembuhan atau suatu kekuatan, termasuk kekebalan tubuh. Orang Banjar meyakini, karena manusia berasal dari air, maka air pulalah yang menyebabkan dia menjadi seorang yang memiliki kekuatan tertentu. Air tidak bisa dipatahkan, air tidak bisa ditebas dengan pedang, ditombak, dan seterusnya, air akan tetap kembali ke bentuknya semula`

Untuk mandi kekebalan dan mandi penghalat biasanya disertakan medianya ketika mandi berupa alat-alat tertentu yang menjadi lawannya. Untuk kekebalan seperti menginjak atau menduduki pisau. Adapun mandi penghalat hanya menggunakan sarung biasa dan tempat duduk kain kuning. Sebagian tidak menggunakan kain kuning. Sedangkan mandi kecintaan tidak disyaratkan dengan cara demikian.

Acara mandi juga biasanya disertakan dengan upacara selamatan kecil-kecilan dengan hidangan wajibnya yang umum adalah berupa telur beberapa butir, nasi ketan (lamang), kopi, di samping menyediakan kain warna tertentu seperti warna kuning, putih, atau hitam berupa kain yang tidak pernah dipakai (baru).

2. Dengan memakai jimat/ Babasal`

Ada yang mendapatkan kekebalan tubuh dimaksud karena memakai jimat-jimat tertentu yang berwujud wafak-wafak. Rumusan-rumusan wafak ditulis di atas kertas, di atas baju dalam pria (baju barajah/ baju bawafak) atau dituliskan (dirajahkan) pada punggung, ditulis di cincin atau benda lainnya. Wafak yang ditulis di atas kertas dan dibungkus dengan kain kuning atau kain hitam disebut jimat.

Jimat ini biasanya ditaruh di peci, dikalungkan atau ditaruh di kantong baju. Ada juga yang dijadikan ikat pinggang yang disebut babatsal. Ada juga wafak yang ditulis di atas kertas lalu diuntal (ditelan). Ada juga yang mendapat kekebalan tubuh karena memakai benda-benda tertentu yang dianggap mengandung aura gaib dan kesaktian (mana), misalnya picis mimang, rantai babi, cemeti, besi kuning atau wasi tuha, mustika ular, dan lain-lain.

Rantai babi adalah benda yang terdapat di leher salah seekor babi liar (rajanya). Besi kuning adalah besi yang ditemukan dalam sarang tabuan pipit yang sudah sangat tua. Tabuan pipit adalah sejenis lebah penyengat yang sangat berbisa, dan besi kuning konon adalah batu tempat mengasah sengatnya.

Wasi tuha (besi tua) adalah sebutan untuk senjata kuno yang diwarisi turun-temurun, seperti keris, parang bungkul, mandau, tombak, badik, taji, dan lain-lain.

3. Dengan menelan atau mauntal minyak kebal.

Dalam praktek masyarakat suku Banjar minyak magis hingga sekarang daerah seperti Rantau, Kandangan, Laksado, Barabai hingga Amuntai adalah daerah sentra minyak magis untuk berbagai keperluan. Benda minyak magis yang ditemukan dalam masyarakat Banjar selain untuk kecintaan adalah minyak yang diuntal (ditelan lewat mulut).

Biasanya bercampur dengan kapas berbalut, rasanya amis, bau menyengat. Minyak tersebut dianggap siapa yang menelannya akan menjadi berlinuh (sakti), kebal senjata, tahan di pukul atau lainnya. Maka dengan cara menelan benda-benda tertentu (minyak magis) yang bermacam bentuknya seperti kapas yang berminyak, yang sudah dimantrai atau ada acara khusus padanya.

beberapa nama dari minyak itu dari Kalimantan Selatan, antara lain sebagai berikut:

  • Minyak (untalan) Gajah adalah untuk kekebalan terhadap senjata keras dan besar (berat) dan menggetarkan musuh.
  • Minyak (untalan) Cancang Saluang, adalah kekebalan yang tahan dari bacokan senjata meski berulang-ulang dan bersama-sama.
  • Minyak (untalan) Rangka Hirang untuk kebal senjata apapun.
  • Minyak (untalan) Tala adalah minyak untuk kekebalan dan keberanian serta membuat takut lawan.
  • Minyak (untalan) Tempekong adalah untuk kegesitan dan kekebalan.
  • Minyak (untalan) Gangsa adalah untuk kekebalan dan keberanian, kepahlawanan.
  • Minyak (untalan) Semar agar kuat dan kebal senjata tajam.
  • Minyak (untalan) Gransang adalah khusus untuk keberanian.
  • Minyak (untalan) Timah (warnanya seperti perak) agar kebal dari peluru
  • Minyak (untalan) Rasa adalah untuk kekebalan
  • Minyak (untalan) Penyambung Nyawa agar tubuh yang luka akibat bacokan tersambung kembali, akibat kecelakaan, operasi akan menyembuhkan sendiri dengan cepat.
  • Minyak (untalan) Bintang adalah penyangga kematian. Seseorang yang telah ditusuk, di bacok senjata hingga dianggap mati atau tak mungkin hidup akan hidup kembali pada malam hari bila telah ada bintang di langit.
  • Minyak (untalan) Pandawa agar pukulan keras dan kebal senjata tajam.
  • Minyak (untalan) Wayang, agar cepat mempengaruhi orang dan jika berkelahi akan menggentarkan musuh.
  • Minyak (untalan) tembakau yang telah dimantrai untuk kekebalan.

4. Menelan /mauntal benda magis

Ada beberapa jenis benda magis yang biasanya digunakan untuk mentransfer ilmu kebal dari sang guru kepada murid, yang akan kita kupas pada artikel selanjutnya tentang Jenis Benda Magis yang Digunakan untuk Ilmu Kebal.

5. Dengan Mengamalkan suatu ilmu tertentu

Bisa juga dengan mengamalkan suatu amaliah tertentu mereka akan memiliki kekebalan karena mengamalkan bacaan tertentu (melalui wiridan), antara lain yang berwujud ayat Alquran, Hizb (pertahanan), syair atau pantun, dan bacaan-bacaan lain .seperti amaliah kaf 40 atau amalan penutup pintu sembilan atau doa garis lesmana.

One thought on “Beberapa Cara Mendapatkan ilmu Kebal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *