KISAH NYATA PENGAMAL AYAT LAQOD JAAKUM

Posted on

Kisah ini dikirim oleh seorang sahabat, yang mengamalkan ayat laqod jaakum. Pada awal tahun 2017, sahabat saya menceritakan tentang perubahan hidupnya yang dirasa penuh dengan keajaiban. Bahkan keluarganyapun tidak menyangka bahwa dia berada dalam posisi seperti sekarang ini.

Cerita ini saya sampaikan dalam bahasa saya sendiri yang kadang saya menyampaiakan apa yang teman saya sampaikan, tapi saya beri komentar menurut apa yang saya tau. Tanpa mengurangi dari isi cerita sang pengamal ayat laqod jaakum.


Anda bisa memanggil saya abdul, sang pengamal ayat laqod jaakum.

Saya tidak disekolahkan tinggi oleh orang tua saya karena keterbatasan biaya. saya tamat SD kemudian sempat mondok di sebuah pondok pesantren desa. Kakak perempuan dapat beasiswa kuliyah sampai lulus jadi Sarjana, adik saya waktu itu masih di bangku SMA.

Saya tidak sampai selesai di pondok, karena harus kerja membantu biaya hidup orang tua, dan kalau tidak bekerja adik terancam putus sekolah. Akhirnya dapatlah pekerjaan di sebuah toko makanan sebagai pelayan dan cuci piring, merangkap bersih-bersih, pokoknya semua kerjaan warung makan selain masak.

Selama kerja di warung, semua lancar dan alhamdulillah pelanggan ramai, tapi tentunya tidak begitu berpengaruh terhadap gaji dan penghasilan saya. Singkat cerita setelah satu tahun warung tersebut menjadi besar, berkembang dan akhirnya yang tadinya hanya warung kecil sekarang berubah menjadi restaurant besar dan megah. Dari sini justru menjadi kisah kelam saya, karena manajement yang baru harus memecat saya karena alasan pendidikan. Dia mengharuskan para karyawan minimal lulusan SMA.

Sekedar informasi selepas dari pondok saya dibekali oleh sang kyai dengan amalan yang singkat, sampai – sampai saya sendiri tidak yakin kalau amalan tersebut akan membawa manfaat. Sudah menjadi hal yang lumrah jika seorang murid tidak banyak tanya kepada sang kyai saat disuruh mengamalkan amalan. Begitu juga dengan saya. Saat kyai menyuruh membaca amalan ayat laqod Jaakum….

Setiap habis solat saya membaca amalan tersebut walaupun hanya satu kali. Tanpa memohon sesuatu dan tanpa laku apapun. karena saya tidak bertanya apa khasiat dari amalan laqod jaakum. saya hanya mengamalkan apa yang diwasiatkan oleh sang guru.

Setelah dipecat dari restauran, saya sering melamun dan memikirkan nasip sekolah adik saya. Sambil merenung saya berfikir tentang amalan yang diberikan kyai yaitu laqod jaakum. saya bersemangat untuk mendalami amalan tersebut, mengingat hanya itulah hasil dari selama mondok.

Saya bertekat untuk membaca ayat laqod jaakum sehabis sholat fardhu sebanyak 7 kali. dan saya terus mendalami dengan sholat tahajud dan membaca amalan sebanyak 100 kali. dengan berdo’a agar dimudahkan rejeki.

Saya fikir tidak ada dampak apapun dari amalan laqod jaakum, karena setelah mengamalkan tidak ada perubahan apapun dari segi materi, kami tetap mlarat, makan susah, adik terancam putus sekolah, Kakak yang sudah lulus kuliyah pun nganggur dan menjadi ibu rumah tangga, mengasuh satu anak.

Dengan penuh ke ikhlasan saya tetap mengamalkan laqod jaakun sehabis sholat fardhu dan slholat tahajud tiap hari. Walaupun tidak ada perubahan yang betul-betul nyata kelihatan kasat mata.

Penantian keajaiban mendapatkan rejeki yang berlimpah tidak kunjung datang, malah mendapatkan musibah. Pada waktu itu saya menggayung sepeda ontel dipinggir jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil terseok-seok ngerem mendadak dibelakangku. Karena menghindar dari sepeda saya, mobil tersebut membentur pohon pinggir jalan.

Dengan sigap sayapun menolong dia, saya buka pintu mobil dan ternyata orang tersebut dalam kondisi pinsan dengan banyak darah. Singkat cerita dengan minta pertolongan beberapa warga sekitar saya bawa orang tersebut kepuskesmas terdekat. Dan ternyata puskesmas tidak sanggup dan dirujuk ke rumah sakit.

Ternyata orang tersebut menderita patah tulang dan masih kritis, keluarganya menuntut ganti rugi, dan biaya pengobatan ditanggung saya semua. Jika tidak akan dikasuskan lanjut ke pengadilan. Karena rendahnya pendidikan, saya tidak tau apa-apa, walaupun saya tidak merasa salah sedikitpun, sepada sy jalan di pinggir jalan, dan tanpa menyentuh mobil sedikitpun.

Saya bilang kepada keluarganya, saya tidak punya apa-apa selain sepeda ontel dan diri saya pribadi. Tapi mereka menuntut menjual gubuk orang tua, untuk biaya pengobatan. “Gubuk orang tua saya hanya kecil, dan jelek pak, tidak laku dijual.” Kalu dijual kami tinggal dimana?

Karena dipaksa untuk menjual gubuk tersebut, kami pun berusaha menanyakan harga gubuk kami ke para pembeli. dan pembeli yang menawar paling mahal hanya 15jt, maklum lokasi di desa dan belum ada sertifikat.

Dalam proses tersebut, belum juga gubuk laku. Orang yang kecelakaan sadar dari masa kritis dan minta saya untuk menemuinya. Dalam hati saya pun was-was, tuntutan apa lagi yang akan saya hadapi.

Sayapun menemui orang tersebut, Kemudian kita berbicara, dengan kondisi orang tersebut yang bellum pulih, masih dirumah sakit dan menderita patah tulang kaki. Dia mulai menceritakan kondisinya dari sakit yang dialami, kondisi keluarga, bisnis dan sampai detik-detik terjadinya kecelakaan.

Keluarganya baru saja bangkrut, perusahaannya gulung tikar tak tersisa sedikitpun harta, rumahpun dalam ancaman Mau disita oleh bank, dan termasuk mobil yang ia pakai sekarang sudah ditarik oleh leasing. Dan dia mengakui bahwa kecelakaan yang menimpa dirinya murni kesalahan pribadi tidak konsentrasi mengemudi karena memikirkan kondisi keuangan keluarga.

Dia putri tunggal dari pengusaha, tapi sayang sekarang orang tuanya sudah bangkrut. Dihadapan keluarga nya wanita tersebut jujur menuturkan bahwa saya tidak bersalah, tapi dari pihak keluarga minta agar saya bertanggung jawab karena anak tunggal kesayangannya sekarang patah tulang.

Akhirnya ditemukan solusi yang sayapun bisa menerimanya dengan ikhlas, walaupun berat. Saya disuruh membantu dan menggantikan aktifitas wanita tersebut selama menjalani perawatan di rumah sakit. Wanita tersebut mempunyai warung kecil yang menjual minuman, mereka mengatakan hanya itu lahan yang tersisa dan tidak menjadi agunan bank. Hanya saja warung tersebut baru berdiri satu hari sebelum kecelakaan dan tentunya belum mempunyai pelanggan.

Esoknya saya mulai aktifitas di warung, saya punya pengalaman satu tahun kerja diwarung, dan tau persis bagaimana mengelola warung makan agar berjalan. Sayangnya warung ini bukan warung makan, tapi khusus minuman. Karena belum banyak pelanggan saya hanya disibukkan dengan beberapa experimen membuat komposisi minuman agar enak dan banyak diminati. Tanpa saya sadari juga bagaimana prosesnya saya membuat minuman dari bahan baku susu yang saya campur dengan beberapa rasa buah-buahan dll.

Eee ternyata banyak peminat dan sangat ramai. Tapi tentunya tidak begitu berpengaruh terhadap penghasilan saya, karena hasil dari penjualan minuman masuk untuk pengobatan wanita tersebut dan sebagian tetap diminta keluarganya.

Singkat cerita wanita itu sudah sembuh termasuk kakiya sudah bisa buat jalan. dan saya serahkan semua aset warung minuman kepadanya. Disinilah mulai masalah lagi, wanita tersebut menuntut yang lagi-lagi saya tidak bisa menolaknya.

Wanita tersebut minta saya menikahinya, dihadapan keluarganya saya disuruh langsung menjawab. Dalam hati saya berfikir, pendidikan rendah dan wanita itu sangat cantik. Lantas Dengan lantang saya jawab sanggup.

Sampai saat ini kita sudah membuka 5 cabang gerai susu segar aneka rasa. dan sudah bisa beli rumah sendiri dan sedikit kendaraan sekedar pelindung dari panas dan hujan.

Beberapa waktu yang lalu, saya datang ke guru dan menyampaikan kisah ini. apa sebenarnya yang terjadi?

Guru saya menjawab. Amalan laqod jaakum mempunyai khasiat yang luar biasa, walaupun kamu mengamalkan tanpa tau manfaatnya tapi tetap berdampak positif pada akhirnya. Seandainya kamu mengetahui tatacara dan manfaatnya, maka proses sukses mu tidak akan serumit ini.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨)

LAQAD JA AKUM RASULUN MIN AMFUSIKUM AZIZUN ALAIHI MA ANITTUM HARISUN ALAIKUM BIL MU’MININA RAUPUN RAHIM …… (QS. Attaubat : 128)

Artinya : Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad s.a.w.), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat lobakan (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-oarng yang beriman.(QS. Attaubat : 128).

Baca Juga : Khodam Ayat Laqod Jaakum

Semoga bermanfaat.. Wallahu a’lam…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *