MERAGA SUKMA DENGAN DZIKIR

Posted on

Meraga Sukma Dengan Dzikir. Dzikir secara lisan seperti menyebut nama Allah berulang-ulang. Dan satu tingkat diatas dzikir lisan adalah hadirnya pemikiran tentang Allah dalam kalbu, kemudian upaya menegakkan hukum syariat Allah dimuka bumi dan membumikan Al Qur’an dalam kehidupan. Juga termasuk dzikir adalah memperbagus kualitas amal sehari-hari dan menjadikan dzikir ini sebagai pemacu kreatifitas baru dengan mengarahkan niat kepada Allah lillahita’ala.

Dzikir biasanya dibagi menjadi dua yaitu dzikir dengan lisan, dan dzikir qalbu di dalam sukma. Dzikir lisan merupakan jalan yang akan menghantar pikiran dan perasaan yang kacau menuju kepada ketetapan dzikir qalbu kemudian dengan dzikir inilah semua kedalaman ruhani akan kelihatan lebih luas, sebab DALAM WILAYAH SUKMA INI ALLAH AKAN MENGIRIMKAN PENGETAHUAN BERUPA ILHAM. Dzikir kepada Allah bermakna, bahwa manusia sadar akan dirinya yang berasal dari Sang Khalik, yang senantiasa mengawasi segala perbuatannya. Dengan demikian manusia mustahil akan berani berbuat curang dan maksiat dihadapan-Nya. Dzikir berarti kehidupan, karena manusia ini adalah makhluq yang akan binasa sementara Allah senantiasa hidup, melihat, berkuasa, dekat, dan mendengar, sedangkan menghubungkan (dzikir) dengan Allah, berarti menghubungkan dengan sumber kehidupan.

Sabda Rasulullah : Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati

Itulah gambaran dzikir yang dituturkan Rasulullah Saw. Bahwa dzikir kepada Allah itu bukan sekedar doa yang berisi ungkapan sastra puisi prosa lagu, juga bukan hanya hitungan-hitungan lafadz, melainkan suatu HAKIKAT YANG DIYAKINI DIDALAM JIWA DAN MERASAKAN KEHADIRAN ALLAH DISEGENAP KEADAAN, SERTA BERPEGANG TEGUH DAN MENYANDARKAN  HIDUP DAN MATINYA HANYA UNTUK ALLAH SEMATA.

Adapun hitungan-hitungan lafadz, seperti membaca Asmaul Husna, membaca Alqur’an, shalat, haji, zakat, …. merupakan bagian dari sarana dzikrullah, bukan dzikir itu sendiri, yaitu dalam rangka menuju penyerahan diri lahir dan batin kepada Allah. Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari pada dzikir dan tidak ada nilai yang lebih berharga dari USAHA MENGHADIRKAN ALLAH DALAM SUKMA, BERSUJUD KARENA KEAGUNGAN-NYA, DAN TUNDUK KEPADA SEMUA PERINTAH-NYA SERTA MENERIMA SETIAP KEPUTUSAN-NYA YANG MAHA BIJAKSANA.

Dzikir merupakan kunci membuka hijab dari kegelapan menuju cahya Ilahi. Alqur’an menempatkan dzikrullah sebagai pintu pengetahuan makrifatullah.

Surat Ali Imran 190-191

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tsedulur-tsedulur bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Kalimat “YADZKURUNALLAH” orang-orang yang mengingat Allah, didalam tata bahasa arab berkedudukan sebagai ma’thuf (tempat bersandar) bagi kalimat-kalimat sesudahnya, sehingga dzikrullah merupakan dasar atau azas dari semua perbuatan peribadatan baik berdiri, duduk dan berbaring serta merenung dan kontemplasi. Dengan demikian praktek dzikir termasuk ibadah yang bebas tidak ada batasannya. Bisa sambil berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan mencari nafkah untuk keluarga sekalipun bisa dikatakan berdzikir, jika dilandasi karena ingat kepada Allah. Juga termasuk kaum intelektual yang sedang meriset fenomena alam, sehingga menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh manusia.

Dzikrullah merupakan sarana pembangkitan kesadaran diri yang tenggelam, oleh sebab itu dzikir lebih komprehensif dan umum dari berpikir. Karena dzikir melahirkan pikir serta kecerdasan jiwa yang luas, maka dzikrullah tidak bisa hanya diartikan dengan menyebut nama Allah, akan tetapi dzikrullah merupakan sikap mental spiritual mematuhkan dan memasrahkan kepada Allah SWT. Dzikrul memang ditempatkan pada posisi yang sangat tinggi, karena merupakan jiwa atau rohnya seluruh peribadatan, baik shalat, haji, zakat, jihad dan amalan-amalan lainnya. Dari sisi lain, Allah sangat keras mengancam orang yang tidak ingat kepada Allah didalam ibadahnya. Bahkan seluruh peribadatan bertujuan untuk memasrahkan diri dan rela kepada Allah, sebagaimana pasrahnya alam semesta…

Untuk mencapai kepada tingkatan yang ikhlas kepada Allah serta menerima Allah sebagai junjungan dan pujaan, jalan atau sarana yang paling mudah telah diberikan Allah, yaitu dzikrullah. Keikhlasan kepada Allah mustahil bisa dicapai, tanpa melatih dengan menyebut nama Allah serta melakukan amalan-amalan yang telah ditetapkan-Nya.

Seorang lelaki berkata…. wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat iman itu sungguh amat banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku dengan sesuatu yang aku akan menetapinya.

Beliau bersabda :SENANTIASA LISANMU BASAH DARI DZIKIR (INGAT) KEPADA ALLAH TA’ALA.

Keluhan laki-laki yang datang kepada Rasulullah menjadi pelajaran dan renungan bagi kita, yang ternyata syariat iman itu amat banyak jumlahnya dan tidaklah mungkin kita mampu melaksanakan amalan syariat yang begitu banyak tersebut, kecuali mendapatkan karunia bimbingan dan tuntunan dari Allah SWT. Rasulullah telah memberikan solusinya dengan memerintahkan selalu membasahi lisan kita dengan menyebut nama Allah. Dengan cara melatih berdzikir kepada Allah kita akan mendapatkan ketenangan, kekhusyukan dan kesabaran yang berasal dari Nur Ilahi.

Ilustrasi @ MERAGA SUKMA DENGAN DZIKIR

Teknik Meraga Sukma Dengan Dzikir

Berikut ini tatacara ragasukma dengan berzikir.

  1. Sholat hajat 2 raka’at dengan ketentuan : raka’at I : baca ayat Qursy 3x, roka’at ke II baca surat Al-Insiroh 3x
  2. Istighfar 1000x
  3. Al-Fatihah 7x
  4. Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas masing 3x
  5. Istighfar lagi 100x
  6. Baca ayat Qursy 7x
  7. Niat Meraga Sukma : ”Ya Allah Ya Bathin ya Wakhid hamba mohon izin & ridloMu agar hamba bisa melepas ruh idofi untuk masuk alam ghoib semata2 untuk melihat kebesaranMu ya Allah”
  8. Baca Dzikir ragasukama ( Sebaiknya anda hafalkan )
  •  basmalah & syahadat, masing” 1x
  •  sholawat nabi 3x
  • hawqolah (Laahawla walaa Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil Azim) 1x
  • ya saidi ya rosulullah 1x
  • ya habib Allah 1x
  • ya basir 3x
  • lailahailallah, sebanyak2ny sampai tercapai niat.

Lakukan Dzikir ragasukma dengan berbaring dengan menghilangkan semua pikiran duniawi, pikiran fokus kepada Allah, tanda tanda berhasil anda akan merasakan hembusan angin yang menjalar dari kaki ke seluruh tubuh, sampai betul betul berhasil raga sukma. Dalam proses ini bacalah lailahaillallah sebanyak banyak nya.

Cara Kembali : ke raga anda dengan membaca doa : ya Allah hamba mohon izinMu agar idofi hamba kembali ketubuh hamba, amin. Demikian sedikit pengetahuan tentang Meraga Sukma dengan Dzikir. semoga menambah wawasan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *