Penjelasan Sederhana Tentang Ilmu Kebal

Posted on

Ilmu kebal adalah suatu ilmu atau cara sebagai media agar tubuh tidak terluka oleh senjata apapun. Terlepas dari boleh atau tidaknya hal ini ,karena Ilmu kebal hanya merupakan salah satu komponen kecil dari sebuah mesin besar bernama keselamatan.

Mendengar “Ilmu Kebal”, bisa jadi pikiran Anda langsung mengarah pada hal yang menyeramkan. Bahkan sebagian orang mengidentikkannya dengan ilmu pegangan para penjahat yang bergelut di dunia hitam.

Anggapan demikian, tentu tidak selamanya benar, mengingat ilmu kebal hakekatnya adalah untuk mencari keselamatan. Ilmu kebal pantas dimiliki siapa saja. Selama untuk tujuan kebaikan, saya yakin tidak akan membayakan siapapun.

Berdasarkan fungsi, Ilmu kebal terbagi menjadi dua jenis yaitu: defensif (bertahan) dan atraktif (dapat dinampakkan setiap saat sesuai niat pemilik ilmu).

Ilmu kebal yang banyak dikenal oleh halayak adalah jenis ilmu kebal defensif, yaitu ilmu yang hanya nampak manfaatnya ketika seseorang dalam keadaan bahaya.

Sedangkan ilmu kebal atraktif jarang ditemukan karena hanya sedikit Guru yang menguasainya, dan kalaupun ada Guru yang menguasai, biasanya ia tidak mudah mewariskan kepada murid karena bisa membuat murid menjadi sombong.

Jenis Ilmu Kebal Secara Umum

Ilmu kebal sendiri terbagi lagi menjadi 2 macam. yang pertama kebal dari dalam,kekebalan seperti ini bisa di dapat kan dari jalur ilmu,ajian,wirit atau sejenisnya dengan cara menjalani ritual sesuai keilmuan yang di yakini nya .

Yang kedua ilmu kebal dari luar,kekebalan separti ini bisa di dapat kan,dari sebuah benda atau barang,seperti cincin,azimat,rajah,pelat bahu,merah delima,kol buntet,rantai babi dll.

secara fungsional kekebalan dari suatu barang terkesan lebih ampuh dari pada kekebalan yang di dapat kan dari jalur ilmu,karena senjata yang di hantamkan kearahnya menjadi tertahan dan tidak sampai.

Faktor Keberhasilan Ilmu Kebal

1,metode harus benar,dalam hal ini kualitas sebuah ilmu dan kebenaran nya sangat di perlukan,jadi bukan ilmu asal asalan.sehingga bisa menimbulkan power yang khususnya akan melindungi pemilik nya mana kala di perlukan.dan metode yang telah di ijazah kan sang guru tidak boleh di kurangi dalam segi pengamalan/riyadah.

2,suasana mendukung,

3,dan yang paling penting adalah taqdir mengizin kan atau dengan kata lain,tepat nya ada izin dari Allah,,,sang penguasa alam semesta ini.

Ilmu kekebalan dalam budaya banjar.

Suku Banjar dalam tulisan ini adalah masyarakat lama yang mendiami wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Beberapa tulisan menunjuk adanya kesamaan dengan penduduk Melayu Sumatera yang sudah tercampur dengan masyarakat asli daerah.

Para penulis menyebutnya dengan suku Dayak. Hingga sekarang suku tersebut masih ada dan terkonsentrasi pada masyarakat daerah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Dayak KalTeng) dan wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Dayak KalTim). Kadang disebut pula dengan sebutan Dayak Banjar.

Untuk sebutan terakhir ini, banyak referensi merujuk pada hasil penelitian Alfani Daud. Dalam laporan penelitiannya beliau mengatakan bahwa setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli, yang biasanya dinamakan secara umum sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan, terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu (Banjar) Pahuluan, (Banjar) Batang Banyu dan Banjar Kuala.

Seorang etnis Banjar jaman dulu yang bermaksud pergi keluar daerahnya, istilahnya “madam”, yakni pergi mencari penghidupan di kampung orang, atau merantau pergi ke daerah yang jauh (luar pulau), biasanya akan mencari ilmu terutama ilmu kebal terhadap bacokan senjata tajam. Ini dimaksudkan untuk sebagai perisai atau menjaga diri dari orang lain yang bermaksud mencelakakan selama di perantauan.

Saat  masih remajasaya  sering mendengar ungkapan para orangtua kami (etnis Banjar) terkait anak maupun kerabat yang bermaksud merantau keluar daerah atau daerah lain. Ungkapan tersebut adalah, “banyaki sangu kalu handak marantau”, yang artinya; banyaki bekal jika ingin pergi merantau. “Sangu” atau bekal dalam ungkapan pengertian etnis Banjar, tak sekedar bekal barang maupun keahlian atau ilmu.

Sangu, dalam istilah etnis Banjar pada jaman dulu bahkan hingga sekarang adalah yang terkait dengan ilmu kedigdayaan, ilmu kebal baik terhadap senjata tajam maupun ilmu hitam yang dapat mencelakakan.

Beberapa macam jenis ilmu kebal atau taguh dalam masyarakat banjar

Dalam kepercayaan masyarakat Banjar orang yang memiliki ilmu kekebalan itu bisa dibagi menjadi dua kelompok.

Pertama, kelompok yang kebal tubuhnya sejak pertama kali dilahirkan, sebab ketika dia lahir dalam keadaan terbungkus oleh kulit atau yang sering disebut orang Banjar “lahir bakulubut”. Disebut dengan taguh bungkus atau taguh basalumur.

Kedua, kelompok yang memiliki ilmu kebal setelah melalui proses tertentu.Untuk mendapatkan kekebalan tubuh, memang banyak cara yang biasa dilakukan oleh orang Banjar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *